Flat per kelas
Trainer menerima nominal tetap setiap kali mengajar, berapa pun pesertanya. Paling sederhana dan disukai trainer baru, tapi berisiko untuk studio saat kelas sepi. Cocok untuk kelas yang pesertanya stabil.
Per peserta
Fee dihitung dari jumlah peserta yang membayar dikali nominal tertentu. Trainer terdorong mengajak murid, dan biaya studio naik-turun mengikuti pendapatan. Kekurangannya, trainer baru bisa mendapat sangat sedikit di awal.
Persentase dari nilai booking
Trainer menerima persentase dari nilai booking peserta, misalnya 40%. Paling adil kalau harga per kelas berbeda-beda karena paket dan diskon. Syaratnya, nilai tiap booking harus tercatat dengan benar, yaitu harga kredit dari paket yang benar-benar dipakai member, bukan harga drop-in.
Hybrid: dasar plus per peserta
Gabungan nominal dasar per kelas ditambah nominal per peserta. Trainer tetap mendapat penghasilan minimum saat kelas sepi, dan bonus saat kelas ramai. Banyak studio memilih model ini sebagai jalan tengah.
Bertingkat menurut jumlah peserta
Nominal berbeda menurut rentang jumlah peserta, misalnya 1–3 peserta, 4–5 peserta, dan 6 ke atas. Mudah dipahami trainer dan tetap melindungi studio saat kelas sepi.
Yang sering terlupa dalam praktik
- Hitung dari peserta yang membayar, bukan dari daftar hadir, supaya tidak perlu absensi dan tidak ada perdebatan.
- Kunci fee yang sudah dibayar. Kalau aturan berubah di tengah bulan, kelas yang sudah dibayar tidak ikut berubah.
- Simpan bukti transfer dan beri trainer akses melihatnya.
Di Studiosa kelima model ini bisa diatur per trainer, dan slip dihitung otomatis dari peserta yang sudah membayar. Baca bagian trainer dan fee di Panduan.
Baca juga
- Cara Menentukan Harga Paket Kredit Studio Yoga dan Pilates
- Cara Mengurangi No-Show dan Pembatalan Mendadak di Kelas Studio
- Cara Studio Menerima Pembayaran QRIS Tanpa Payment Gateway
Atau lihat halaman untuk studio yoga dan studio pilates.